IMPROVING SOCIAL SKILLS THROUGH TRADITIONAL GAMES
Keywords:
Kemampuan Sosial, Permainan TradisionalAbstract
This study aims to improve the social skills through. This type of research is Classroom Action Research (PTK) according to Kemmis and Mc Taggart. The subjects in this study were children of the group B PAUD Dwi Cahyani, Jawilan District, Serang District, Banten Province for the 2023/2024 school year, which consisted of 12 children, 8 boys and 4 girls. This action research was conducted in two cycles. Data analysis techniques using qualitative and quantitative descriptive analysis techniques. Qualitative data analysis is used for qualitative data in the form of observations and field notes. Quantitative data analysis is used for quantitative data obtained from the results of data collection by measuring and calculating the recapitulation of the percentage of children from sra cycles 1 and ll cycles from the results of the observations of researchers.This research was conducted because the character of the children in group B PAUD Dwi Cahyani not yet able to socialize with friendsd. This can be seen from the fact that most of the children have not been able to carry out activities in collaboration. In this regard, it has been stated that the main factor of the problem is that educators are still focused on LKA, as well as the use of learning models which are still monotonous.The results of the analysis that has been carried out for 4 meetings in cycle I and 4 meetings in cycle II show that there has been an increase in increasing fine motor skills through. This can be seen from the results of the average percentage in children's learning activities, with a pre-cycle percentage of 40 %, an increase in cycle I it became 59,5% then it increased again in cycle II to 86,5 %.
References
Arikunto Suharsimi, (2010). Prosedur Penelitian Praktik. Jakarta. Rinek Cipta Arikunto Suharsimi, (2012). Prosedur Penelitian Praktik. Jakarta. Rinek Cipta
Cahyani Ni Putu Dian, (2014). Permainan Tradisional: Media Pembelajaran di Kelas BIPA. Bali: Asile 2014 Conference.
Galuh Adi, Zuliyanti Sukma. (2019). Permainan Tradisional untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosi. LPPM UNNES.
Hidoyoko Eko Putro. (2011). Evaluasi Program Pembelajaran Panduan Praktis bagi Pendidik dan Calon Pendidik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. h. 213-214.
Iskandar, (2015). Penelitian Tindakan Kelas dan Publikasinya. Bandung. Ihya Media.
Ismail Andang, (2011) Education Games: Menjadi Cerdas dan Ceria dengan Permainan Edukatif, Yogyakarta: Pilar Media, h.106. 31.
Ismail Ismail, (2011) Education Games: Menjadi Cerdas dan Ceria dengan Permainan Edukatif, Yogyakarta: Pilar Media, h.106.
Ismatul, Khasanah, dkk. (2011). Permainan Tradisional sebagai Media Stimulasi Aspek Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Penelitian PAUDIA. 3
Istianti, T. (2018). Pengembangan Kemampuan sosialUntuk Membentuk Prilaku Sosial Anak Usia Dini. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 32–38. https://doi.org/10.17509/cd.v6i1.10515
Kunandar. (2011). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Rajawali Pers
Kurniati Euis, (2016), Permainan Tradisional dan Perannya dalam Mengembangkan Kemampuan sosialAnak Jakarta: prenadamedia Group, h. 9.
Kurniati Euis, (2016), Permainan Tradisional dan Perannya dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial, Anak Jakarta: prenadamedia Group, h.2.
Kurniawan, Ari Wibowo Dr. M.P. (2019). Olahraga Dan Permainan,Tradisional. Wineka Media Kusuma dan Dwitagama. 2012. Penelitian Tindakan Kelas Edisi Kedua. Jakarta:PT Indeks
M Rahmawati. (2016). BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kemampuan sosial(Social Skill) 2.1.1 Pengertian Kemampuan sosial(Social Skill).
Musyarofah. (2017). Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam. Interdisciplinary Journal of Communication, hal 34.
NAEYC, Position Statement. (2009). Developmentally Appropriate Practice in Early Chillhood Programs Serving Children from Birth through Age8.
Nugraha, Rachmawati (2014) Metode Pengembangkan Sosial Emosional, Tanggerang Selatan: Universitas Terbuka h. 14.
Perdani Putri Admi, Peningkatan Kemampuan sosialMelalui Metode Bermain Permainan Tradisional Pada Anak Tk B (Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 7 Edisi 2, November 2013), h. 341-342
Perdani Putri Admi, Peningkatan Peterampilan Sosial Anak Melalui Permainan Tradisional, (Jurnal: Pendidikan Anak Usia Dini, Volume 8 Edisi I, April 2014). h. 338-339.
Permendiknas RI No 137 tahun 2014. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak
Putri Mentari, B. (2015). Upaya Meningkatkan Kemampuan sosialMelali Permainan Benteng Pada Anak Didik Kelompok B TK Aisyiyah XV Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan.
Putri, A. (2013). Pengembangan Buku bergambar dalam mengenalkan permainan tradisional.
Http://Repository.Unika.Ac.Id/24786/2/16.L1.0001, 7823–7830.
Rachman, T. (2018). Metode Role Play Untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Kelompok Bermain yang Terdapat di Tk Fransiskus Xaverius 78 Salatiga. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 1995, 10–27.
Sri Sumarni & Amelia. (2022). Peran orang tua dalam mengoptimalkan perkembangan sosial anak usia 5-6 tahun Article Info Abstract. Jurnal Pendidikan Anak, 11(2), 171–180.
Sudiran Ridwan Abdullah Sani, (2016). Penelitian Tindakan Kleas (PTK) Pengembangan Profesi Guru. Tsmart. Tangerang
Sugiyono, (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:Alfabet.
Sugiyono, (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta). Susanto. (2011), Perkembangan Anak Usia Dini, Jakarta : Kencana Prenada Group. h. :78 Susanto. (2014), Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta : Kencana Prenada Group. h 145-52
Syafrina, M. (2014). Pembentukan Karakter (Santun dan Hormat pada Orang Lain) Melalui Pengkondisian dan Keteladanan. pembentukan-karakter-santun-dan 184 hormat-pada- orang-lain-melalui-pengkondisian-dan-keteladanan/).
Wijayanti, T. A. (2020). Pengembangan permainan tradisional. 10–31.
Wiyani, Ardy Novan, 2013 Bina Karakter Anak Usia Dini, Yogjakarta: Ar-Ruzz Media, h. 144.
Y, Akilasari. (2020). Faktor Keluarga, Sekolah Dan Teman Sebaya Pendukung Kemampuan Sosial Anak Usia Dini. Pengaruh Penggunaan Pasta Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Untuk Substitusi Tepung Terigu Dengan Penambahan Tepung Angkak Dalam Pembuatan Mie Kering, 3(1113054068), 274–282.

